11 Bintang Sepak Bola yang Melempem di Piala Dunia 2018 - www.arlo.web.id

Arlomediatama

test banner

11 Bintang Sepak Bola yang Melempem di Piala Dunia 2018

Share This
11 Bintang Sepak Bola yang Melempem di Piala Dunia 2018

Pertandingan fase grup Piala Dunia 2018 telah berakhir. Sejumlah pemain mampu mencuri perhatian, namun tak sedikit juga yang tampil melempem di turnamen sepak bola antarnegara di dunia tersebut.
Lionel Messi menjadi satu dari beberapa bintang sepak bola yang tampil kurang meyakinkan di Piala Dunia 2018. Messi yang mencetak 45 gol dari 54 laga bersama Barcelona pada musim ini seperti kehilangan taji.
La Pulga hanya mendulang satu gol dari tiga pertandingan Grup D Piala Dunia tahun ini. Satu-satunya gol tersebut dicetak Messi saat Argentina menang 2-1 atas Nigeria pada laga terakhir fase grup, 26 Juni 2018.
Berdasarkan statistik di Whoscored, Lionel Messi hanya mendapatkan nilai 7,86 dari 270 menit pertandingan di Piala Dunia 2018. Dia melepaskan 4,7 tembakan per laga serta akurasi umpannya yang mencapai 81,3 persen.

Jika dibandingkan dengan Cristiano Ronaldo, penampilan Lionel Messi jauh dari kata memuaskan. CR7 mendulang empat gol dari tiga pertandingan bersama timnas Portugal.
Megabintang Real Madrid itu juga melepaskan lima tembakan per laga dan akurasi umpannya yang mencapai 81,3 persen. Tak heran jika Ronaldo mendapatkan ponten 8,08 dari Whoscored.
Selain Lionel Messi, beberapa pesepak bola top juga tampil kurang meyakinkan di Piala Dunia 2018. Bahkan, nama-nama tersebut bisa membentuk formasi 3-4-3.
Berikut ini adalah 11 pemain bintang yang melempem pada fase grup Piala Dunia 201

Kiper: David de Gea (Spanyol)

Penjaga gawang Spanyol David De Gea melakukan penyelamatan di depan pemain Maroko, Mbark Boussoufa saat pertandingan Piala Dunia 2018 di Stadion Kaliningrad, Rusia (25/6). (AP/Michael Sohn)
Penjaga gawang 27 tahun tersebut diharapkan menjadi andalan di bawah mistar gawang timnas Spanyol. Namun nyatanya, gawang La Roja yang dikawal De Gea sudah kebobolan lima gol.
Bahkan pada laga pertama Grup B melawan Portugal, David de Gea tak melakukan satu pun penyelamatan. Alhasil, tim Matador harus puas bermain 3-3 kontra Portugal. Penampilannya sepanjang fase grup pun hanya mendapatkan nilai 5,59 dari Whoscored.

 Bek: Jerome Boateng (Jerman)

Kemampuan Jeroma Boateng dalam mengawal lini pertahanan tak perlu diragukan lagi. Berkat kontribusi pemain 29 tahun tersebut, Bayern Munchen berhasil menjuarai Bundesliga 2017-2018.
Sayangnya, penampilan Boateng tak berlanjut ketika membela timnas Jerman. Dari dua laga yang dijalani, Jerome Boateng gagal membawa Jerman meraih kemenangan.
Bahkan, saat Die Mannschaft menang 2-1 atas Swedia pada 23 Juni 2018, Jerome Boateng diganjar kartu merah. Alhasil, dia pun absen ketika timnas Jerman kalah 0-2 dari Korea Selatan pada laga terakhir Grup F.

Bek: Kalidou Koulibaly (Senegal)

Pemain 27 tahun tersebut tampil impresif bersama Napoli pada musim ini. Performa apik tersebut membuat Koulibaly diincar Chelsea dan Manchester United pada bursa transfer musim panas tahun ini.
Akan tetapi, dia tak banyak berkontribusi buat timnas Senegal di Piala Dunia 2018. Akurasi umpannya hanya 77,9 persen, sedangkan akurasi umpan lambungnya menyentuh angka 35,7 persen.
Selain itu, dia juga mendulang lima gol bersama Napoli di Serie A musim lalu. Namun, di Piala Dunia 2018, Kalidou Koulibaly tak sekalipun melepas tembakan tepat sasaran ke gawang lawan.
Minimnya kontribusi Koulibaly berdampak pada timnas Senegal. The Lions of Teranga pun harus angkat koper dari Rusia, karena berada di peringkat ketiga Grup H.

Bek: Sergio Ramos (Spanyol)

Pemain Real Madrid itu merupakan sosok penting di jantung pertahanan timnas Spanyol. Menjabat sebagai kapten, Ramos beberapa kali kerepotan menghalau serangan pemain lawan.
Hal tersebut terlihat ketiga La Roja bermain 3-3 kontra Portugal. Dia pun melakukan kesalahan saat Spanyol bersua Maroko, 25 Juni 2018.
Salah komunikasi dengan Andres Iniesta membuat Khalid Boutaib berhasil membobol gawang Spanyol pada menit ke-14. Hingga akhirnya, La Furia Roja harus puas bermain 2-2 kontra Maroko dalam laga terakhir Grup B.

Gelandang kanan: Bernardo Silva (Portugal)


Pemain 23 tahun tersebut merupakan satu di antara pemain andalan Pep Guardiola di Manchester City. Berkat kontribusi Silva, Man City sukses menjuarai Premier League 2017-2018.
Meski begitu, Bernardo Silva masih belum memperlihatkan penampilan terbaiknya bersama timnas Portugal. Dari tiga laga yang dijalani, Silva belum sekalipun mencetak gol atau assist.
Akurasi umpannya pun tak terlalu bagus. Dari 51 umpan yang dilepaskan mantan pemain AS Monaco itu, hanya 38 yang tepat sasaran atau akurasi assistnya mencapai 71,7 persen.

Gelandang tengah: Mohamed Elneny (Mesir)


Ketika Mohamed Salah belum pulih dari cedera, timnas Mesir membutuhkan sosok yang bisa menjadi andalan. Mohamed Elneny pun diharapkan dapat membawa pengaruh positif buat Mesir.
Namun pada kenyataannya, gelandang Arsenal itu tak mampu membuat Mesir menguasai lini tengah saat bersua Uruguay, Rusia, dan Arab Saudi di Grup A.
Dia kesulitan membangun serangan timnas Mesir. Dari tiga pertandingan yang dijalani atau selama 244 menit, Elneny hanya melakukan dua tekel dan melepaskan 37 umpan per laga. Akibatnya, The Pharaohs gagal mendulang satu poin pun di Piala Dunia 2018.

Gelandang tengah: Piotr Zielinski (Polandia)


Gelandang Napoli, Piotr Zielinski melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang RB Leipzig pada 32 besar Liga Europa di Red Bull Arena, (22/2). Napoli tersingkir karena kalah agresivitas gol tandang. (AP Photo / Jens Meyer)
Pemain 24 tahun tersebut diprediksi tampil gemilang bersama timnas Polandia di Piala Dunia 2018. Sebab, Zielinski mencetak tujuh gol dan tiga assist dari 47 pertandingan bersama Napoli pada musim ini.
Akan tetapi, performa Piotr Zielinski jauh dari harapan. Dia tak menyumbangkan gol atau assist buat timnas Polandia. Dari tiga pertandingan yang dijalani, akurasi umpan Zielinski juga hanya mencapai 79,1 persen.

Gelandang kiri: Angel Di Maria (Argentina)


Penggawa Paris Saint-Germain itu kesulitan memperlihatkan performa terbaiknya bersama timnas Argentina di Piala Dunia 2018. Dari dua laga di Grup D atau selama 147 menit, Di Maria tak sekalipun mencetak gol dan assist.
Selain itu, dia juga hanya melepaskan satu tembakan, satu dribel, dan dua umpan kunci. Akurasi assist mantan pemain Manchester United itu juga mencapai 76,4 persen.
Beruntung, pada laga penentuan Grup D kontra Nigeria di Krestovsky Stadium, 26 Juni 2018, Angel Di Maria turut berkontribusi membawa Tim Tango menang 2-1.

Winger kanan: Ousmane Dembele (Prancis)
Performa kurang meyakinkan Ousmane Dembele bersama Barcelona musim ini berlanjut ketika membela timnas Prancis. Dembele tak banyak berkontribusi buat Les Blues.
Dari tiga laga di Grup C, pemain 21 tahun itu belum menyumbangkan gol dan assist untuk Prancis. Dia juga hanya melepaskan satu tembakan per laga, 0,7 dribel, dan akurasi umpannya yang mencapai 83,9 persen.
Dengan lolosnya Prancis ke-16 besar, Ousmane Dembele diharapkan bisa memperbaiki penampilannya. Apalagi, dia merupakan satu di antara pemain muda andalan Les Blues di lini serang.


Penyerang: Robert Lewandowski (Polandia)

Robert Lewandowski sangat kecewa Polandia kalah di laga pertama Piala Dunia 2018 (FRANCK FIFE / AFP)
Bomber Bayern Munchen itu merupakan pencetak gol terbanyak pada fase kualifikasi Piala Dunia 2018 dengan koleksi 16 gol. Namun, ketika lolos ke putaran final, Lewandowski seperti kehilangan taji.
Dari tiga pertandingan di Grup H, Robert Lewandowski tak sekalipun membobol gawang lawan. Padahal, dia melepaskan tiga tembakan per laga.
Mandulnya Robert Lewandowski berdampak pada timnas Polandia. The White and Reds gagal lolos ke fase knock-out, karena hanya menempati dasar Grup H dengan nilai tiga.

Winger kiri: Timo Werner (Jerman)


Bomber RB Leipzig itu diharapkan menjadi mesin gol timnas Jerman di Piala Dunia 2018. Sebab, Werner mengoleksi 21 gol dari 45 pertandingan di seluruh ajang kompetisi bersama Leipzig musim ini.
Namun, pemain 22 tahun tersebut gagal memenuhi harapan publik Jerman. Timo Werner mengalami kesulitan dalam menebus pertahanan pemain lawan.
Minimnya asupan bola dari lini tengah menjadi satu di antara penyebab kurang meyakinkannya penampilan Timo Werner. Dari tiga laga di Grup F bersama Die Mannschaft, Werner melepaskan 2,3 tembakan per laga dan 0,3 memenangkan duel udara.

Sumber: https://www.bola.com/pesta-bola-rusia/read/3574157/11-bintang-sepak-bola-yang-melempem-di-piala-dunia-2018/page-12?medium=Headline&campaign=Headline_click_1

Pages