Perjalanan Komisi Pemberantasan Korupsi Penuh Onak Duri - www.arlo.web.id

Arlomediatama

test banner

Perjalanan Komisi Pemberantasan Korupsi Penuh Onak Duri

Share This
Buku ini sangat besar manfaatnya diketahui masyarakat luas, karena memuat beberapa tulisan  yang menarik isinya, antara lain: pertama, semua permasalahan yang ditulis sangat mendapat perhatian masyarakat dan surat kabar dan elektronika pada saat itu yang  menyoroti masalah tersebut hingga berhari-hari bahkan sampai bulanan. Kedua, karena pihak DPR RI ingin mengecilkan peranan KPK dalam mengungkap kasus korupsi dengan berbagai alasan. Ketiga, Sangatlah besar perhatian masyarakat atas pertentangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan Polri RI dalam menangani kasus Simulator SIM hingga  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turun tangan dua kali dalam menentukan penyidik yang berwenang menanganinya. Keempat, Peranan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama masyarakat begitu besar. Artinya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) perlu dikawal ketat agar tetap tegak berdiri dalam mengungkap kasus korupsi, mengingat kasus korupsi merupakan perkara extra ordinary crime (kejahatan luar biasa). Kelima, Masalah yang masuk KPK selalu disisipi pasal-pasal tertentu yang sesuai dengan masalah yang dihadapi, ini perlu diketahui, seperti Pasal 78 KUHP mengenai lewat waktu (veryaring) dalam menuntut seseorang di muka Pengadilan, yang merupakan penerapan teori hukum dan praktik di lapangan. Terakhir, semua tulisan di buku ini mudah dipahami isinya, yang dapat dimengerti semua orang baik yang berpendidikan hukum maupun berpendidikan nonhukum. Buku ini dapat dimanfaatkan untuk mengisi waktu kosong.

Penulis buku Perjalanan Komisi Pemberantasan Korupsi Penuh Onak Duri ini adalah Monang Siahaan,SH. MM. mantan  Staf Ahli Bidang Hukum Sekretariat Jenderal Dewan Ketahanan Nasional dengan status Eselon I.b berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI Nomor:  32/M tahun 2011 tanggal 24 Februari 2011.

Pages